
Inovasi Baru, MAN Barsel Luncurkan ID Card Barcode
Buntok (Humas), Tak kenal maka tak sayang, pribahasa yang sering kali kita dengar sejak kecil. Itulah ungkapan atas inovasi baru di kalangan Guru-guru MAN Barito Selatan. Kepala Urusan Tata Usaha MAN Barito Selatan, Harianto, S.Pd akhir-akhir ini menggagas pembuatan papan nama (name tag) atau ID Card untuk Seluruh Pendidik dan kependidikan.
ID card ini sebenarnya sudah lama dipikirkan, karena kesibukan dan berbagai macam aspek kendala, baru tahun ini bisa terealisasi. Harianto juga menambahkan ID Card ini bertujuan agar tamu yang berkepentingan bisa mengetahui tanpa harus mencari siapa yang ingin ditemui.
Pengembang yang merupakan guru Qur’an Hadits, Fahmi Ridla, S.Pd.I menyatakan jika Id Card ini bukan Id Card Biasa seperti yang digunakan pegawai-pegawai pada umumnya. Ia menambahkan bahwa Id Card yang akan di launching pada hari senin (8/2/21) mendatang memiliki barcode yang didalamnya terdapat akun PTK Pendidik dan Kependidikan (Simpatika), Data Pemegang Kartu (NIP dan TTL) dan User Id E-learning MAN Barito Selatan. Kedepannya barcode ini tidak lagi menjurus pada data tunggal tapi akan masuk dalam sebuah database pegawai seperti Daftar Riwayat Hidup atau Portopolio yang infonya selalu bisa diupdate dalam sebuah link jaringan internet, sehingga kapan saja dan dimana saja ketika seorang pegawai diminta data mereka bisa langsung masuk dan mengambil data mereka.
Risman Asmadi, S. Pd selaku Plt. Kamad MAN Barito Selatan juga memberikan apresiasi dan tanggapan positif dengan adanya inovasi baru di tahun 2021 ini. Beliau menyatakan bahwa Id Card ini didesain sebaik mungkin dengan corak putih hijau yang mana melambangkan identitas Madrasah. Selain itu Risman menambahkan Id Card ini berfungsi untuk memudahkan siswa mengenal guru-guru yang ada di MAN Barito Selatan, Terutama siswa baru tahun pelajaran 2020-2021. Ditambah lagi teknologi semacam barcode yang sewaktu-waktu memudahkan Pendidik dan kependidikan untuk urusan Simpatika dan E-learning.
“Masih banyak siswa-siswi yang belum kenal dengan guru-gurunya, bahkan dengan wali kelasnya sendiri. Mungkin dikarenakan selama satu semester ini belajar daring, tidak tatap muka jadi mereka tidak kenal guru A guru B. Terutama kelas X (Sepuluh).” Ujar Risman. (yasir)