MAN PK Barito Selatan Lakukan Vaksinasi Kedua Intan Sari : Bawa Betanang.. Musuh Harat..

05/07/2021 0 comments admin Categories Humas, Informasi

Buntok, (Humas) – Setelah sebulan lamanya dari vaksinasi pertama, pada Sabtu (3/7/21) guru MAN PK Barito Selatan Kembali melakukan vaksinasi Tahap kedua bertempat di Sanggar Bakti Pramuka kabupaten Barito Selatan. Tujuan pemberian vaksin ini untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit covid-19. Vaksin berupa pemberian antigen yang berasal dari virus atau bakteri yang dilemahkan dan sudah mati.

Tahap dan proses vaksinasi tahap kedua sama dengan vaksinasi tahap pertama yaitu pertama para guru MAN PK Barito Selatan harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi data. Selanjutnya, pengecekan suhu dan tekanan darah. Setelah itu, skrining riwayat penyakit yang diderita, pernah menderita covid-19 atau pernah kontak dan berinteraksi dengan orang yang menderita covid-19 atau tidak, maupun ada keluhan atau tidak setelah vaksinasi tahap pertama yang telah dilakukan dua minggu yang lalu. Setelah melalui semua tahap tersebut, kemudian dilakukan suntik vaksinasi oleh tenaga medis yang bertugas.

Setelah penyuntikan vaksinasi, tahapan selanjutnya yakni tahap observasi dimana guru MAN PK Barito Selatan menunggu kurang lebih 30-45 menit untuk mengetahui apakah terjadi reaksi pasca dilakukan penyuntikan vaksinasi. Setelah 30-45 menit keadaan tubuh tetap sehat, maka bisa diizinkan untuk pulang dengan terlebih dahulu mengambil sertifikat sebagai bukti bahwa telah melakukan vaksinasi tahap kedua.

Di kesempatan tersebut, Kepala Madrasah (Kamad) Sutarwi, S.Ag menghimbau kepada seluruh staf dan guru untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri sehingga tidak ada warga madrasah yang tertunda karena keadaan yang kurang sehat atau tidak memenuhi kriteria skrining kesehatan sebagai penerima vaksin.

“Semua guru dan tenaga kependidikan termasuk yang berstatus honorer wajib divaksin, namun itu semua harus memenuhi kriteria skrining kesehatan,” ujarnya saat memberikan arahan di ruang guru sebelum pelaksanaan vaksinasi Sabtu pagi.

Salah seorang Guru MAN PK Barito Selatan, Siti Intan Sari, S. Pd mengungkapkan bahwa prosedur vaksinasi kedua hampir sama dengan vaksinasi pertama.

“Antri dulu baru dipanggil masuk ke dalam ruangan. Setelah itu didata dan diperiksa tensi darah, riwayat penyakit dan perjalanan serta efek-efek setelah vaksinasi yang pertama. Kemudian baru disuntikkan vaksin Sinovac di bagian tangan kiri. Kalau ada Riwayat penyakit berat, tim vaksinasi juga tidak akan memaksakan mengambil resiko vaksinasi.” Ujar Intan.

Intan berharap dengan adanya penyuntikan vaksinasi ini, tubuh menjadi kebal dan terhindar dari Covid-19. Tidak lupa untuk beristirahat setelah vaksinasi serta tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dimanapun berada.

“Alhamdulillah, sudah divaksinasi yang kedua, saatnya bawa betanang, musuh harat. Jangan dikasari dulu.” ungkap Intan.

Sutarwi mengungkapkan dengan menerima vaksinasi tahap kedua berarti MAN PK Barito Selatan sudah siap untuk melaksanakan belajar tatap muka sebab dengan melaksanakan protokol kesehatan 5 M dan mendapatkan vaksinasi memberikan perlindungan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

“Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kita serta upaya kita untuk mensukseskan program pemerintah, hendaknya semua dapat melaksanakannya dengan ikhlas sehingga apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah untuk kita semua. Vaksinasi tahap kedua ini hanya merupakan salah satu dari beberapa indikator untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka, sehingga tugas kita juga harus memperhatikan dan mempersiapkan beberapa indikator lainnya,” ungkap Sutarwi.

Selanjutnya, Sutarwi berharap dengan dilakukan vaksinasi tahap kedua di madrasah ini dapat menjadikan modal untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan terus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena untuk membuka pembelajaran tatap muka, ada beberapa indikator lainnya di luar pemerataan vaksinasi seperti dengan memperhatikan lanjut penularan covid-19 dan juga melihat komitmen peserta didik dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. (Veitchii)