
Buntok (Humas), 19 Januari 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Barito Selatan menggelar upacara bendera rutin pada Senin pagi (19/1/2025) dengan khidmat. Upacara yang dipimpin oleh siswa-siswi kelas X2 sebagai petugas upacara berlangsung tertib dan penuh disiplin di halaman madrasah
, Buntok (Humas), 19 Januari 2025 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Barito Selatan menggelar upacara bendera rutin pada Senin pagi (19/1/2025) dengan khidmat. Upacara yang dipimpin oleh siswa-siswi kelas X2 sebagai petugas upacara berlangsung tertib dan penuh disiplin di halaman madrasah.
Bapak Akhmat Yasir, S.Pd., selaku Pembina Upacara pada kesempatan ini menyampaikan amanat yang menyentuh hati sekaligus menggugah kesadaran seluruh warga madrasah. Dalam amanatnya, guru Bahasa Indonesia ini mengajak siswa-siswi untuk kembali mencermati makna mendalam dari "Janji Pelajar" yang setiap kali diucapkan saat upacara bendera.
Pak Yasir secara khusus mengutip kalimat dalam Janji Pelajar: *"Kami Pelajar Madrasah Aliyah Negeri Barito Selatan berjanji untuk taat dan patuh terhadap semua ketentuan-ketentuan yang berlaku."*
"Janji ini bukan sekadar ucapan, tetapi komitmen yang harus kita wujudkan dalam keseharian," tegas Pak Yasir.
Beliau kemudian mengingatkan beberapa ketentuan yang berlaku di madrasah dan wajib dipatuhi oleh seluruh siswa, mulai dari ketentuan berpakaian seperti kewajiban menggunakan sepatu hitam hingga kerudung berlambang madrasah. Kedisiplinan dalam hal berpakaian, menurut Pak Yasir, merupakan cerminan karakter dan identitas siswa MAN Barito Selatan.
Momen paling berkesan dari amanat pagi itu adalah ketika Pak Yasir menyoroti poin janji pelajar tentang *"berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari"*. Dengan tegas namun penuh kepedulian, beliau menyinggung fenomena penggunaan kata-kata yang tidak sopan di kalangan siswa.
"Saya prihatin mendengar beberapa siswa menggunakan kata-kata seperti 'Anjing', 'Tolol', 'Anjir', dan istilah-istilah lain yang terkesan remeh di kalangan remaja, padahal sama sekali tidak mencerminkan kesopanan," ujar Pak Yasir.
Beliau menekankan bahwa sebagai siswa madrasah—sekolah yang berbasis keagamaan—menjaga tutur kata adalah bagian penting dari akhlak mulia yang harus dijunjung tinggi. "Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah cerminan hati dan kepribadian kita. Mari kita jaga lisan kita agar senantiasa bertutur kata yang baik dan santun," tambahnya.
Di penghujung amanatnya, Pak Yasir mengajak seluruh siswa-siswi untuk senantiasa memperbaiki diri. "Mari kita gunakan setiap hari sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, dan lebih berakhlak mulia," pungkasnya dengan penuh semangat.
Susunan upacara bendera berlangsung sesuai protokol: pengibaran bendera merah putih, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan teks Pembukaan UUD 1945, pengucapan Janji Pelajar, amanat Pembina Upacara, penyanyian lagu Mars Madrasah, dan ditutup dengan pembacaan doa.
Upacara bendera hari ini menjadi pengingat bagi seluruh warga MAN Barito Selatan bahwa pendidikan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia yang menjadi bekal hidup di masa depan.