
Buntok (Humas) — Sebanyak tujuh guru MAN Barito Selatan Plus Keterampilan dipercaya mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan I yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 20–24 Juli 2026, dan diikuti oleh guru-guru dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Barito Selatan.
Buntok (Humas) — Sebanyak tujuh guru MAN Barito Selatan Plus Keterampilan dipercaya mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan I yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 20–24 Juli 2026, dan diikuti oleh guru-guru dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Barito Selatan.
Penugasan ini didasarkan pada Surat Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan Nomor 1064/Kk.15.6.1/07/2026 tanggal 13 Juli 2026, sebagai tindak lanjut dari undangan resmi Kepala Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin. Adapun guru MAN Barito Selatan yang mendapatkan kepercayaan mengikuti pelatihan ini adalah:
Pelatihan ini diselenggarakan dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran utama, dipadukan dengan aplikasi Zoom Meeting untuk sesi-sesi sinkronus. Pola pembelajaran kombinasi ini memungkinkan peserta mengikuti materi secara terjadwal (sinkronus) sekaligus belajar mandiri melalui modul digital (asinkronus), sehingga pelatihan dapat berjalan efektif meski dilaksanakan dari jarak jauh.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta dibimbing langsung oleh Tim Widyaiswara BDK Banjarmasin, yakni Mahyudinnor, M.Ed., H. Asy'ari, M.Pd., dan Nur Robaniyah, S.H., M.Ag., dengan rangkaian materi sebagai berikut:
Total pelatihan ini dibekali dengan bobot 30 Jam Pelatihan (JP), mencakup lima nilai utama Pancacinta yang menjadi fondasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Keikutsertaan para guru MAN Barito Selatan dalam pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Melalui pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, para pendidik diharapkan mampu menanamkan lima nilai cinta—kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, alam, sesama manusia, serta tanah air—dalam proses pembelajaran, sehingga tercipta generasi peserta didik yang berakhlak mulia, cinta ilmu, dan cinta tanah air.
MAN Barito Selatan Plus Keterampilan menyambut baik kesempatan ini dan berharap ilmu serta wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses belajar mengajar di madrasah.
(Humas MAN Barito Selatan Plus Keterampilan)