
Buntok (Humas) — Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan upacara MAN Barito Selatan Plus Keterampilan pada pelaksanaan upacara bendera yang digelar pada Senin pagi. Seluruh warga madrasah, mulai dari para siswa, dewan guru, hingga tenaga kependidikan, hadir dan berbaris dengan tertib mengikuti jalannya upacara dari awal hingga akhir.
Buntok (Humas) — Suasana penuh khidmat menyelimuti lapangan upacara MAN Barito Selatan Plus Keterampilan pada pelaksanaan upacara bendera yang digelar pada Senin pagi. Seluruh warga madrasah, mulai dari para siswa, dewan guru, hingga tenaga kependidikan, hadir dan berbaris dengan tertib mengikuti jalannya upacara dari awal hingga akhir.
Upacara bendera kali ini istimewa karena seluruh petugas upacara diemban oleh siswa-siswi kelas X6, yang tampil dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Mulai dari pemimpin upacara, pembawa bendera, pembaca teks Undang-Undang Dasar, pembaca doa, hingga petugas lainnya, semuanya dijalankan dengan baik oleh para siswa kelas X6 sebagai wujud nyata pembinaan karakter dan kepemimpinan di lingkungan madrasah.
Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Ibu Masruroh, S.Pd.I, yang menyampaikan amanat penuh makna dan inspirasi kepada seluruh peserta upacara. Dalam amanatnya, Ibu Masruroh mengangkat pesan mulia dari Q.S. Al-Ashr, salah satu surah dalam Al-Qur'an yang meskipun singkat namun sarat akan kandungan nilai kehidupan yang luar biasa.
> "Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah demi waktu, bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran," demikian inti pesan yang disampaikan Ibu Masruroh mengutip kandungan surah tersebut.
Beliau menegaskan bahwa surah Al-Ashr adalah pengingat abadi bagi setiap manusia agar tidak menyia-nyiakan waktu yang telah Allah anugerahkan. Setidaknya ada empat kriteria manusia yang tidak merugi sebagaimana ditegaskan dalam surah tersebut, yakni:
1. Beriman — Meyakini dengan sepenuh hati segala ajaran Allah dan Rasul-Nya sebagai pondasi utama kehidupan.
2. Beramal Shalih — Mengisi setiap waktu dengan perbuatan-perbuatan baik yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
3. Saling Menasihati dalam Kebaikan — Membangun budaya saling mengingatkan menuju kebenaran di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.
4. Saling Menasihati dalam Kesabaran — Menguatkan satu sama lain untuk tetap teguh dan sabar dalam menghadapi segala ujian dan rintangan.
Ibu Masruroh berpesan kepada seluruh peserta upacara, khususnya para siswa, agar menjadikan nilai-nilai Q.S. Al-Ashr sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan madrasah. Beliau juga mengingatkan bahwa masa muda adalah waktu paling berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berakhlakul karimah.
Upacara berlangsung khidmat dan tertib dari awal hingga akhir. Seluruh peserta tampak mengikuti dengan penuh kesungguhan dan ketenangan. Keberhasilan kelas X6 dalam melaksanakan tugas sebagai petugas upacara pun mendapat apresiasi dari para guru dan seluruh warga madrasah.
Melalui kegiatan rutin upacara bendera ini, MAN Barito Selatan Plus Keterampilan terus berkomitmen untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan keimanan kepada seluruh sivitas madrasah, sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.